Kamis, 12 September 2013

8 Cara Berjilbab yang Sesuai dengan Syariat Islam

Para CAMPIUN-CAMPIUN, saya harap jika saya mengepost opini ini, kalian akan sadar, bagaimana cara berjilbab yang benar sesuai syariat islam. OK !! let's enjoy it !!

Di tahun 2012 kini tak khayal lagi jika fashion sudah menjadi trend nomer 1 dikalangan masyarakat dunia, begitu juga dikalangan masyarakat muslim. Banyak mode-mode dan design pun silir berganti diciptakan.
Banyak juga fenomena yang kita dapatkan sekarang ini, terutama pada kaum wanita muslimah, yang sudah menerima bahkan menikmati yang namanya fashion masa kini. Namun, dapat kita ketahui bahwasanya gaya berbusana atau berjilbab mereka jauh dari tuntunan agama islam yang telah dianjurkan oleh Baginda Rasulullah SAW.
Mengapa saya mengatakan hal demikian ?? karena dapat kita lihat realita sekarang ini, perempuan-perempuan muslim, entah mereka remaja ataupun ibu-ibu yang berjilbab, namun sebagaian besar auratnya masih terlihat oleh mata orang-orang yang tidak seharusnya memandang auratnya, atau dalam artian muhrimnya.
Artinya, ketika mereka berjilbab memang mereka memakai baju dan celana panjang, akan tetapi baju dan celananya itu terbuat dari bahan yang tipis dan juga tembus pandang, sehingga menggambarkan secara jelas lekuk tubunya. Ada juga yang memakai rok panjang, tetapi roknya tersebut mempunyai belahan, entah itu disengaja atapun tidak, jadi ketika mereka berjalan akan terpampanglah betirnya itu.
Adapun gaya berjilbab anak-anak SMU, kerudung umumnya dililitkan ke leher (tidak dirumbaikan/tidak dijulurkan ke dada sebagaimana aturan islam) dengan mode tersendiri. Sekalipun pakaian sedikit sopan karena aturan sekolah tidak membolehkan baju ketat, namun rok bagian bawah digunting hingga nyaris ke lutut, saat berjalan pun auratnya tersibak.
Fenomena ini ternyata bukan didominasi sekolah umum saja, santri pesantren-pesantren atau mahasiswa putri diberbagai perguruan tinggi islam juga ikut menikmati model berjilbab seperti ini.
Baginda Rasulullah SAW pernah bersabda, yang berbunyi : "wanita yang berpakaian tapi telanjang, yang selalu maksiat dan menarik orang lain untuk berbuat maksiat, rambutnya sebesar punuk unta. mereka tidak akan masuk surga, bahkan mereka tidak akan pernah mencium bau surga, padahal bau surga telah tercium sepanjang perjalanan umat".
Syeikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani dalam bukunya "Jilbab Al-Mar'ah Al-Muslimah Fil Kitabi Was Sunnati" (Jilbab Wanita Muslimah), mengahruskan jilbab itu memenuhi 8 syarat yaitu :

Menutup Seluruh Badan selain yang dikecualikan. Artinya ketika kita berjilbab batas-batas anggota tubuh yang tidak boleh terlihat oleh mata orang yang haram bagi kita, harus tertutup dan tidak boleh nampak sedikit pun.
Bukan berfungsi sebagai Perhiasan. dalam artian jilbab berfungsi sebagai penutup sekaligus pencegah kita dari perbuatan maksiat, bukan sebagai pajangan ataupun mode yang setiap hari menempel di kepala kita.
Kainnya harus tebal dan tidak tipis. Artinya, jilbab yang bahan kainya terbuat dari kain yang tipis dan transparan masih bisa memperlihatkan aurat kita.
Harus longgar tidak ketat, sehingga tidak menggambarkan sesuatu dari tubuhnya
Tidak diberi wewangian ataupun parfum. Dapat kita ketahui, parfum dapat meningkatkan syahwat seseorang yang menciumnya, sehingga jika kita mengenakannya dapat menimbulkan maksiat.
Tidak menyerupai laki-laki
Tidak menyerupai pakaian wanita Kafir
Bukan Libas Syuhra (Pakaian untuk mencari popularitas). ketika seseorang memakai jilbab hendaknya dari hati nurani dan dengan ikhas, bukan karena ada embel-embel untuk menarik perhatian lawan jenis ataupun hanya sekedar dikatakan wanita alim jika mengenakan jilbab.Jadi, dapat disimpulkan kita sebagai wanita muslimah hendaknya mengenakan jilbab yang sesuai dengan syariat islam, seperti yang dituturkan diatas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar